Fungsi Telinga Kelinci - Cara Membedakan Kelinci Jantan dan Betina


Tahukan kalian kenapa kelinci bertelinga panjang? Bagaimana cara membedakan kelinci jantan dan betina? Pingin tahu tentang kelinci, temukan jawabannya disini.

Artikel ini adalah versi ringkas, versi lengkapnya (tulisan lebih lengkap disertai gambar-gambar penjelas) bisa dibaca di link ini Fungsi telinga kelinci, cara membedakan jenis kelamin kelinci, gambar kelinci asli Indonesia

Fungsi Telinga Kelinci

1. Kelinci merupakan hewan yang sering diburu oleh hewan lainnya. Untuk menjaga hidupnya, kelinci menggunakan telinganya yang panjang untuk menangkap suara sekecil apapun yang merambat melalui udara. Untuk itu kelinci sering menegakkan dan menggerakkan telinganya ke kanan-kiri-depan-belakang untuk mengumpulkan suara dari segala arah. Ketika kelinci menangkap suara kedatangan musuh dari jarak jauh, maka kelinci akan melarikan diri dan sembunyi dengan cepat.

2. Telinga kelinci juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap sejuk karena kelinci tidak dapat berkeringat. Pada telinga kelinci terdapat banyak pembuluh darah kecil, sehingga ketika mereka berlari maka udara yang mengalir di sekitar telinga akan mengambil panas dari pembuluh darah yang ada di telinga dan menyejukkannya. Darah yang sejuk tersebut kemudian mengalir ke seluruh tubuh kelinci.

Fakta Ilmiah Kelinci

Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu). Asal kata kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti "anak kelinci". Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara mula mengenali kelinci saat masa kolonial, padahal di Pulau Sumatera ada satu spesies asli kelinci sumatera (Nesolagus netscheri) yang baru ditemukan pada tahun 1972. Di Indonesia banyak terdapat kelinci lokal, yakni jenis kelinci jawa (Lepus negricollis) dan kelinci Sumatera (Nesolagus netseherischlgel). Kelinci jawa diperkirakan masih ada di hutan-hutan sekitar wilayah Jawa Barat. Warna bulunya cokelat perunggu kehitaman. Ekornya berwarna jingga dengan ujungnya yang hitam. Berat Kelinci jawa dewasa bisa mencapai 4 kg. Sedangkan Kelinci sumatera, merupakan satu-satunya ras kelinci yang asli Indonesia. Habitatnya adalah hutan di pegunungan Pulau Sumatera. Panjang badannya mencapai 40 cm. Warna bulunya kelabu cokelat kekuningan.

Data Biologis Kelinci

Masa hidup: 5 - 10 tahun
Masa produksi: 1 - 3 tahun
Masa bunting : 28-35 hari (rata-rata 29 - 31 hari)
Masa penyapihan : 6-8 minggu
Umur dewasa: 4-10 bulan
Umur dikawinkan: 6-12 bulan
Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah anak disapih.[rujukan?]
Siklus kelamin : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting
Siklus berahi: Sekitar 2 minggu
Periode estrus : 11 - 15 hari
Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 - 13 jam kemudian)
Fertilitas: 1 - 2 jam sesudah kawin
Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor (rata-rata 6 - 8)
Volume darah: 40 ml/kg berat badan
Bobot dewasa: Sangat bervariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin, dan faktor pemeliharaan

perbedaan kelinci jantan betina
[Gambar perbedaan kelinci jantan dan betina]

Klasifikasi Ilmiah Kelinci

Kerajaan: Animalia
Superfilum: Chordata
Filum: Vertebrata
Kelas: Mammalia
Ordo: Lagomorpha
Famili: Leporidae

0 Response to "Fungsi Telinga Kelinci - Cara Membedakan Kelinci Jantan dan Betina"

Post a Comment

loading...